Efek program MEA dengan eks magang jepang

Kategori

APA YANG SEBENARNYA KAMI PEROLEH SELAMA MENJADI TRAIN di JEPANG MELATIH MENTAL MENJADI SEORANG WIRASWASTA KAH ???
Kami sangat paham betul dengan apa yang kami peroleh akan tetapi apa yang kita rencanakan setelah pulang ketanah air.. dan kami tidak dibimbing menjadi wiraswasta yg bermental usahawan. Faktanya banyak rekan" yang gagal total berwirausaha dan modal pun habis seketika dan kita kembali ke nol tak punya modal. Planning meleset semua dari rencana.. Apalagi bagi rekan" yang sama sekali belum punya rencana, mau ngapain setelah menyelesaikan masa magang..ber WIRASWASTA ??? yakin??? Klo yakin Semoga saya doakan sukses!! Klo saya pribadi ilmu wiraswasta ane masih cetek Mas!! Jadi masih takut lah intinya modal sudah tak punya. Yang tersisa hanya pengalaman dan keahlian, sebenarnya ane malas omong masalah skill yg kita peroleh dijepang soalnya tidak bisa kita salurkan di negeri sendiri yg notabene di negeri kita lebih mengutamakan pendidikan terakhir apa??? bila dibanding keahlian/ ketrampilan... Ya.. Seperti yg sudah pernah dibahas teman kita di salah satu blog wago juga. skill nomer 2 dan ijazahlah yang diutamakan." Jujur "Down" ane klo dah omngin ijazah soalnya pendidikan terakhir hanya smk .Skill yg kita peroleh selama dijepang sangatlah minim untuk bisa kita kembangkan karena belum ada pihak Pemerintah yang memfasilitasi.. sebagai contoh para eks magang anak genba khususnya tekiya San ( pekerja konstruksi besi untuk bangunan ) sangatlah jarang dan bahkan belum saya temui para mereka yang bisa menyalurkan ilmu dan pengalaman mereka selama jadi trainner, padahal kita juga memiliki sertifikat keahlian yg sudah diakui Japan International Training Cooperation Organization (JITCO)
Jitco merupakan lembaga semi pemerintah yang
memiliki tugas dan fungsi memberikan perijinan dan
mengawasi pelaksanaan pelatihan kepada warga negara asing di Jepang. dan ada sebuah sumber yang mengatakan setara dengan D3 sastra Jepang, jadi selama 3 tahun kita di Jepang tanpa di sadari kita belajar
bahasa dan budaya sama dengan seperti kuliah. sangat berbanding terbalik dengan kebijakan pemerintah yang baru anget" nya tai "kebo" memberlakukan program MEA.
"opo kui MEA???".
Untuk renungan dan motivasi
Tanpa upacara khusus, kemaren secara resmi MEA
mulai diberlakukan.
MEA secara ringkas berisi lima hal, yaitu
diberlakukannya arus bebas antar sesama negara di
ASEAN, meliputi :
1. Arus bebas Barang
2. Arus bebas Jasa
3. ARUS BEBAS TENAGA KERJA TERAMPIL
4. Arus bebas Modal
5. Arus bebas Investasi
Untuk kelima hal tersebut, kita punya kesempatan yang sama. Apakah kita akan menyerbu negara
Asean lain dengan Barang, Jasa, Tenaga Kerja
Trampil, Modal dan Investasi, atau sebaliknya justru
kita yang akan diserbu? Semuanya terpulang
kepada kita sebagai pelaku usaha...! http://tinyurl.com/hjna6oz - 1.000 warga Filipina sejak Oktober 2015 telah
mengikuti kursus Bahasa Indonesia dan pada Maret
2016 akan diberi pelatihan tentang penggunaan
GPRS serta belajar Kebudayaan Indonesia untuk
disiapkan menjadi SOPIR TAKSI di Indonesia.
- Ratusan pebisnis dari Thailand telah mengikuti kursus kilat bahasa Jawa untuk bisa masuk
berbisnis di Jawa tanpa perantara.
- Di Vietnam, Ribuan Guru sedang melaksanaan
kursus Bahasa Indonesia dan Budaya Indonesia
agar bisa membuka Les Private Bahasa Inggris dan
Mandarin di Indonesia. - Ratusan Konsultan Keuangan dan Akuntan di
Singapura yang tidak terserap lapangan pekerjaan di
Singapura sedang belajar Khusus Budaya Jawa,
Bali dan NTB untuk bisa mendirikan Lembaga
Konsultan Keuangan pada wilayah tersebut.
- Ribuan warga Miyanmar mulai Febuari 2016 membuka pelatihan Montir kendaraan bermotor dan
Service HP untuk penempatan di Indonesia.
Lalu, apa yang sudah dipersiapkan oleh warga
Indonesia untuk bersaing dengan mereka di Negeri
sendiri?
Atau bersiap hijrah ke negeri mereka dengan berbekal kemampuan?
Atau kabur berhijrah tanpa bekal dan ketika pulang
seluruh Tanah dan (mungkin) Rumah kita sudah
dibeli oleh warga asing?
Apakah kita hanya ingin menjadi penonton, atau
menjadi sasaran yang diserbu, atau justru menjadi eksportir yang menyerbu pasar di negara ASEAN
lainnya...?!
Siapkan diri kita dengan skill berbisnis antar negara,
mari selalu berinovasi atau kita akan terlibas duduk
menjadi penonton.
" apa ga miris Mas!!!! Mengenai point ke 3, kita punya skill dan etos kerja dinegara yg kata orang negara paling disiplin apakah kita bener" jadi penonton dinegeri sendiri... " plonga plongo koyok kebo nang negorone dewe." ( bengong seperti kerbau Di negeri sendiri).
Yang sangat paling berpotensi dan yang sudah pernah di bahas pak menteri HANIF DHAKIRI dan Vice Presiden Japan International Training Cooperation
Organization (JITCO) Mr. Kensuke Tsuzuki. adalah para eks magang di bidang konstruksi besi dan kapal..
saya pribadi berharap bagi rekan" alumni magang Jepang ataupun yang masih berada di Jepang mari kita perjuangkan hak kita sebagai trainner di Jepang yaitu bisa bersaing dengan tenaga kerja terampil dari negara lain..
Kita sudah punya modal yang sangat cukup dengan mereka , mari kita perjuangkan aspirasi kita agar bisa di tanggapi oleh Pemerintah khususnya kami eks magang Jepang bahwa benar" sudah siap pakai ...
Mari kita share artikel" ataupun yang berhubungan dengan hal ini agar aspirasi kita sampai ke pihak" terkait ; kementrian tenaga kerja ataupun badan usaha milik negara .
By the way ane dah capek ngetiknya Mas, pake HP pula, terlebih lagi ini dah waktunya subuhan e.....
Salam kenal salam sukses!!!
Saya dari angkatan C.164 dari Semarang . Yang bercita" jadi Wirausahawan yang belum kesampaian..
Bisa kesampaian kah?????
私 なら できる!!!!!
頑張ろう!!!
Salam kenal .. Salam bersilaturahmi ,berbagi pengalaman :
Bamsushan85@gmail.com
じゃあ、また。。(*☻-☻*)


Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.
 

Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.

削除
Efek program MEA dengan eks magang jepang
    Komentar(0)